SELAMAT DATANG DI SEPUTAR SMP NEGERI 3 TANJUNG

Memuat Info Terkini Tentang Program dan Kegiatan Sekolah.

KEGIATAN SMP NEGERI 3 TANJUNG

Liputan Secara Langsung Kegiatan Sekolah dan Serba Serbi Kejadian Unik dan Menarik.

GURU PEMBELAJAR

Memuat Kegiatan Pembelajaran Guru dalam Rangka Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

PEMBELAJARAN SISWA

Meliput Secara Real Time Kegiatan Pembelajaran Siswa.

SALAM REDAKSI

Tim Redaksi : Wayan Subadre, S.Pd (Editor), Sukradi, S.Sos (Penulis).

Thursday, January 17, 2019

FASILITAS TERBATAS BUKAN HALANGAN BAGI PEMBURU ILMU

Jarum jam menunjukkan pukul 10.00 Wita. Matahari merangkak pelan menuju siang. Ruang kelas sekolah darurat di SMPN 3 Tanjung mulai gerah. Sejumlah siswa tampak mengipas-ngipas dengan buku, sesekali mengangkat baju agar udara berhembus usir kegerahan karena kipas angin belum terpasang.

Beberapa saat kemudian sekelompok siswa kelas VIII berisik meninggalkan kelas darurat. Mereka bergegas sambil membawa tas masing-masing mengikuti kemana arah guru mata pelajaran. Sesaat kemudian kelas lainpun berbuat sama. Bukan pulang tapi mencari tempat teduh untuk melanjutkan Kegiatan Belajar dan Mengajar.



Selasar depan ruang guru menjadi pilihan tempat kegiatan belajar mengajar. Kelas IX-1 tampak belajar di bawah pohon mangga persis dibibir kolam kering. Sementara kelas IPS mengambil tempat belajar di sudut bangunan sebelah utara berhadapan langsung dengan toilet Tata Usaha. Terkadang bau menyengat menggoda konsentrasi dari arah toilet.




Halaman depan dengan pepohonan rindang menjadi kelas terbuka untuk kelas Bahasa Indonesia yang dibimbing Raden Azmi Abdullah, S.Pd .Tanpa papan tulispun jadi. Di ruang terbuka, angin sepoi mengusap wajah para pencari ilmu.

Begitulah kegiatan belajar dan mengajar pasca gempa 7.0 Magnitudo. fasilitas serba terbatas. Sekolah ”alam” jadi pilihan. Tapi semangat dan antusiasme belajar tak pernah pudar. Belajar bukan hanya berteman meja dan kursi. Duduk lesehan, menulis sambil jongkok, bukan halangan untuk para pecinta ilmu. Semangat dan kemauan belajar adalah motivasi kuat untuk meraih ilmu. Tak ada rotan akarpun jadi.


Wednesday, January 16, 2019

WALAU DIGUYUR HUJAN SISWA DAN PEMBINA TETAP ANTUSIAS IKUTI PENGAYAAN

Hujan gerimis mewarnai pengayaan hari ketiga Kamis, 17 Januari 2019. Peserta Pengayaan tetap antusias mengikuti pengayaan walau sudah penat mengikuti pembelajaran regular sejak pagi hingga siang. Mereka istirahat sejenak untuk keperluan makan siang dan sholat Zuhur. Menunggu jadwal atau bel berbunyi mereka bersenda gurau sembari menikmati kudapan di Kantin Sekolah.


Pelaksanaan Pengayaan dimulai pukul 13.00 sampai pukul 14.30 Wita. Untuk Pengayaan kali ini siswa kelas IX-1 belajar Bahasa Inggris dengan Pembina Aptri Syaerulyatun, S.Pd, sementara kelas IX-2  belajar matematika dengan Pembina Ade Suhandi, S.Pd., kelas IX-3  IPA dengan Pembina Desak Putu Rina Andayani, S.Pd., kelas IX-4 Matematika dengan Pembina Bandi Dwi Gunawan,S.Pd. Materi awal menjelaskan kisi-kisi Ujian Nasional.


Sedangkan kelas IX-5 belajar Bahasa Indonesia dengan Pembina Raden Azmi Abdullah, S.Pd. Materi yang disampaikan mengenai tips menentukan gagasan Utama. Di samping itu Alumni UNRAM ini juga memberikan beberapa kiat dalam menghadapi ujian nasional diantaranya adalah (1) Manfaatkan waktu semaksimal mungkin pasalnya Soal Wacana Bahasa Indonesia agak panjang, (2) Jangan terpengaruh dengan teman yang keluar duluan harus kelola waktu sebaik mungkin, (3) Buatlah kelompok belajar di rumah membahas soal-soal dengan diskusi kelompok, (4) berdoa serta tanamkan prinsip satu kali ujian harus lulus.


Terkait dengan pelaksanaan Pengayaan, Koordinator Pengayaan Deni Sastrawan, S.Pd mengatakan sejauh ini  berjalan dengan lancar, semua guru pembina melaksanakan tugas dengan baik, semua kelas terisi. Selanjutnya mengenai siswa yang tidak mengikuti pengayaan akan dibicarakan dengan ketua panitia persiapan Ujian Nasional.


“Hanya satu dua orang yang tidak hadir. Tindak lanjutnya kita bicarakan dengan Pak Ketua”, jelasnya disela kesibukan merekap kehadiran guru dan siswa.


SEJUMLAH SISWA SMPN 3 TANJUNG "SERBU" PERPUSTAKAAN

Awan tipis selimuti langit SMP Negeri 3 Tanjung Kamis, 17 Januari 2019. Cuaca masih dingin. Derai air hujan sisa semalam mengalir pelan di pelepah daun palm. Jarum jam baru menunjukkan pukul 07.25 menit. Suara mikrofon dari ruang lobi sayup terdengar. Guru muda Raden Azmi Abdullah, S.Pd mengimbau siswa untuk mengikuti gerakan gemar membaca. Sontak Siswa pun merapat keselasar Perpustakaan yang menggunakan RKB akibat gempa 7.0 Magnitudo Agustus lalu.



Para siswa berebutan memburu buku-buku yang akan dibaca. Sejumlah dus buku yang berjejer rapi di atas meja “laris manis” dipinjam siswa. Para siswa yang lain antri menunggu giliran. Sementara sejumlah siswa yang sudah mengambil buku mencari tempat yang nyaman.

Buku-buku yang tersedia seperti kamus, ensiklopedi, buku keterampilan, mangemen,dan buku non fiksi lainnya. Sedangkan buku fiksi sangat terbatas sementara para siswa sangat suka membaca buku fiksi. Hal ini juga dikemukakan Penanggung Jawab Pengelola Perpustakaan  Kunin Nasikah, S.Pd. Menurut Beliau jumlah buku di perpustakaan sangat minim, anak-anak terkadang mengeluh buku yang ada kebanyakan buku paket, mereka ingin buku fiksi.
Selanjutnya Wanita kelahiran Nganjuk ini menjelaskan bahwa siswa tidak hanya membaca buku saja tetapi harus membuat sinopsis dari buku yang dibaca kemudian dikumpulkan untuk penilaian.


Salah seorang siswa bernama Osi ketika diminta pendapatnya tentang literasi mengatakan bahwa literasi ini sangat penting untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Ketika ditanya mengenai buku yang ia suka, siswi kelas VII-2 ini menjawab dengan sangat antusias. ”Buku yang saya suka adalah kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono, walaupun sulit dimengerti tapi kata-katanya luar biasa”, ujarnya sambil memegang buku puisi yang berjudul Bhineka Tunggal Cinta”.


Selanjutnya siswi berbakat dan prestasi baik lokal dan Nasional ini mengatakan bahwa buku yang ada di Perpustakaan sekolah sangat minim terutama buku-buku fiksi.


Tuesday, January 15, 2019

HARI KEDUA PENGAYAAN BERLANGSUNG LANCAR

Hujan deras mengguyur bumi SMP Negeri 3 Tanjung sepertinya tak menyurutkan kemauan belajar para siswa peserta pengayaan Rabu, 16 Januari 2019. Pengayaan kali ini tidak seperti kemarin berlangsung lebih awal sekitar pukul 13.00 Wita setelah rehat sejenak hilangkan penat mengikuti pembelajaran regular sembari makan siang dan Sholat atau ISHOMA.


Pada Pengayaan hari kedua ini menurut jadwal yang ada kelas IX - 1 pelajaran Matematika dengan Pembina Wayan Subadre, S.Pd., kelas IX - 2 pelajaran IPA dengan Pembina Dewa Putu Suarbawa, S.Pd., kelas IX - 3 pelajaran Bahasa Inggris dengan Pembina Sukradi, S.Sos., kelas IX - 4 pelajaran Bahasa Indonesia dengan Pembina Nur Wahyu Prasetyo, S.Pd.Gr dan kelas IX - 5 pelajaran Bahasa Inggris dengan Pembina Aptri Syaerulyatun, S.Pd.


Pengayaan diadakan selama 4 hari dalam seminggu yaitu hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu dimulai dari pukul 13.00 s.d 14.30. Menurut informasi dari Panitia Persiapan Ujian Nasional bahwa jumlah peserta pengayaan tercatat sebanyak 154 siswa terdiri dari laki 84  dan perempuan 70 .Sejauh pantauan Penulis Pelaksanaan Pengayaan hari kedua ini berlangsung aman,tertib dan terkendali.

PESERTA ENGLISH CLUB MEMBLUDAK

Ekstrakurikuler Bahasa Inggris yang disebut English Club membludak. Jumlah peserta  yang terdaftar sebanyak 103 siswa. Dari daftar hadir yang direkap koordinator ektrakrakurikuler yang hadir sebanyak 75 siswa. Peserta English Club dibagi menjadi dua kelas, pasalnya satu ruangan tidak cukup, sehingga sisanya masuk di ruang kelas lain.


Dari pantauan admin para peserta sangat antusias mengikuti ekstra ini. Mereka tampak bersungguh-sungguh mengikutinya. Materi yang disampaikan pada pertemuan pertama ini adalah introductionDalam pembelajaran introduction ini diberikan dua buah dialog pendek tentang perkenalan kemudian siswa mendemonstrasikan cara berkenalan yang baik. Perkenalan yang dimaksudkan adalah memperkenalkan diri sendiri dan orang lain.



Dengan praktek langsung ini peserta tampak antusias berinteraksi dengan temannya, tercipta dialog intraktif, terkadang diwarnai dengan gelak tawa. Pasalnya dialog interaktif tentang perkenalan ini para peserta menggunakan bahasa campur Inggris Indonesia karena ada beberapa kosa kata yang tidak dikuasai dalam bahasa inggris disambung dengan bahasa indonesia. Namun peserta merasa terhibur dengan speaking ala campuran ini.


Terkait dengan English Club ini, seorang peserta I Nengah Noven ketika diminta pendapatnya mengatakan bahwa ia memilih English Club untuk menguasai bahasa inggris secara aktif dan mempersiapkan diri sedini mungkin dalam menghadapi ujian nasional.